Sociolinguistics is the study of the relationship between language use and the structure of society. It takes into account such factors as the social backgrounds of both the speaker and the addressee (i.e. their age, sex, social class, ethnic background, degree of integration into their neighbourhood, etc.), the relationship between speaker and addressee (good friends, employer–employee, teacher–pupil, grandmother–grandchild, etc.) and the context and manner of the interaction (in bed, in the supermarket, in a TV studio, in church, loudly, whispering, over the phone, by fax, etc.), maintaining that they are crucial to an understanding of both the structure and function of the language used in a situation. Because of the emphasis placed on language use, a sociolinguistically adequate analysis of language is typically based on (sound or video) recordings of everyday interactions (e.g. dinner-time conversations with friends, doctor–patient consultations, TV discussion programmes, etc.). Recordings of language use, as described above, can be analysed in a number of different ways depending on the aims of the research. For instance, the sociolinguist may be interested in producing an analysis of regional or social dialects in order to investigate whether different social groups speak differently and to discover whether language change is in progress. Rather different is research into the form and function of politeness in everyday interaction, an interest which will lead to a search for markers of politeness in conversations and how these are related to social dimensions such as those enumerated above. Alternatively, the focus may be on so-called minimal responses (such as mmm, yeah and right) or discourse markers (such as well, you know and actually).
GUDANG ILMU
Selamat datang di Blog Gudang Ilmu, semoga isi blog ini bermanfaat bagi para pengunjung yang berbahagia. Jangan lupa isi buku tamu ya :) ++Sedang dalam pengembangan/under construction++
Thursday, May 23, 2013
Friday, January 11, 2013
MAKALAH AIR DALAM KELANGSUNGAN MAHLUK HIDUP
BAB II
PENGERTIAN AIR
1.
Pengertian
air sederhana dan menurut para ahli
Air
merupakan sumber kehidupan, tidak hanya bagi manusia, makhluk hidup yang lain
juga sangat membutuhkan air. kekurangan air pada tubuh manusi bisa mneyebabkan
dehidrasi karena ketahanan tubuh manusia sangat bergantung pada berbagai fungsi
air sedangkan tubuh manusia belum mengembangkan suatu sistem penyimpanan air
sebagai sistem penyimpanan lemak.
1.
Pengertian
air secara luas
Air adalah zat kimia
yang penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di
bumi, tetapi tidak di planet lain. Air menutupi
hampir 71% permukaan bumi. Terdapat 1,4 triliun
kilometer kubik (330 juta mil³) tersedia di bumi. Air sebagian besar terdapat
di laut (air asin) dan pada lapisan-lapisan es (di kutub dan puncak-puncak
gunung), akan tetapi juga dapat hadir sebagai awan, hujan, sungai, muka air
tawar, danau, uap air, dan lautan es. Air dalam obyek-obyek tersebut bergerak
mengikuti suatu siklus air, yaitu: melalui penguapan, hujan, dan aliran air di
atas permukaan tanah (runoff, meliputi mata air, sungai, muara) menuju laut.
Air bersih penting bagi kehidupan manusia. Di banyak tempat di dunia terjadi
kekurangan persediaan air. Selain di bumi, sejumlah besar air juga diperkirakan
terdapat pada kutub utara dan selatan planet Mars, serta pada bulan-bulan
Europa dan Enceladus. Air dapat berwujud padatan (es), cairan (air) dan gas
(uap air). Air merupakan satu-satunya zat yang secara alami terdapat di
permukaan bumi dalam ketiga wujudnya tersebut. Pengaturan air yang kurang baik
dapat menyebakan kekurangan air, monopolisasi serta privatisasi dan bahkan
menyulut konflik. (Wikipedia).
Makalah Supervisi Pendidikan
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Supervisi Pendidikan
Secara
Etimologi,
supervisi diambil dalam perkataan bahasa Inggris “ Supervision” artinya
pengawasan di bidang pendidikan.
Secara morfologis
Supervisi berasalah dari dua kata bahasa Inggris, yaitu super dan vision. Super berarti diatas dan vision
berarti melihat, masih serumpun dengan inspeksi, pemeriksaan dan pengawasan,
dan penilikan, dalam arti kegiatan yang dilakukan oleh atasan –orang yang
berposisi diatas, pimpinan-- terhadap hal-hal yang ada dibawahnya. Supervisi
juga merupakan kegiatan pengawasan tetapi sifatnya lebih human, manusiawi.
Kegiatan supervise bukan mencari-cari kesalahan tetapi lebih banyak mengandung
unsur pembinnaan, agar kondisi pekerjaan yang sedang disupervisi dapat
diketahui kekurangannya (bukan semata-mata kesalahannya) untuk dapat diberitahu
bagian yang perlu diperbaiki.
Secara sematik Supervisi pendidikan adalah
pembinaan yang berupa bimbingan atau tuntunan ke arah perbaikan situasi
pendidikan pada umumnya dan peningkatan mutu mengajar dan belajar dan belajar
pada khususnya.
Download Makalah Supervisi Pendidikan di sini
Subscribe to:
Posts (Atom)

