Saturday, September 29, 2012

Perkembangan Sistem Pendidikan

Di Negara-negara berkembang adopsi sistem pendidikan dari luar sering kali mengalami kesulitan untuk berkembang. cara dan sistem pendidikan yang ada sering menjadi sasaran kritik dan kecaman karena seluruh daya guna sistem pendidikan tersebut diragukan. generasi muda banyak memberontak terhadap metode-metode dan sistem pendidikan yang ada.
Jika kita terus melangkah dengan cara mengemas pendidikan, pembelajaran, dan belajar seperti sekarang ini, kita akan bertemu dengan peserta didik yang cenderung bertindak kekerasan, pemaksaan kehendak,dan pemerkosaan nilai-nilai kemanusiaan. 
Prilaku manusia Indonesia sekarang selama ini sudah terjangkit oleh virus keseragaman, dan virus inilah yang mengendalikan perilaku masyarakat dalam berbangsa dan bernegara. kesadaran dan penyadaran tenang keberagaman (pluralisme) bangsa sangat jauh dari kehidupan masyarakat. Pola pikir sentralistik, monolitik, uniformistik sangat kental mewarnai pengemasan di berbagai bidang kehidupan, termasuk dalam dunia pendidikan paling kentara diwarnai oleh upaya ini.

Asumsi-asumsi yang melandasi program-program pendidikan sering kali tidak sejalan dengan hakekat belajar, hakekat orang yang belajar dan hakekat orang yang mengajar. Dunia pendidikan, lebih khusus lagi dunia belajar, didekati dengan paradigma yang tidak mampu menggambarkan hakekat belajar dan pembelajran secara komprehensif. Praktek-praktek pendidikan dan pembelajaran sangat diwarnai oleh landasan teoritik dan konseptual yang tidak akurat. Pendidikan dan pembelajaran selama ini hanya mengagungkan pada pembentukan perilaku keseragaman, dengan harapan akan menghasilkan keteeraturan, ketertiban, dan kepastian (Degeng, 2000). Pembentukan ini dilakukan dengan kebijakan penyeragaman pada berbagai hal di sekolah. Paradigma pendidikan yang mengagungkan keseragaman ternyata telah berhasil membelajarkan anak-anak untuk mengabaikan perbedaan.
Selama ini sekolah telah menjadi "alat penjinakan", yang memanipulasi peserta didik agar mereka dapat diperalat untuk melayani kepentingan kelompok yang berkuasa.
Beberapa virus yang tampak didunia pendidikan yang bersumber dari paradigma sentralisasi, di antaranya penggunaan pakaian seragam, penggunaan kurikulum yang seraagam, penggunaan strategi belajar yang seragam, penggunaan buku sumber yang seragam, dan penggunaan strategi dan evaluasi belajar yang seragam. Penyeragaman ini dimaksudkan untuk mengingkari adanya perbedaan. semua bentk penyeragamaan ini ternyata telah berhasil membentuk anak-anak indonesia yang sangat menghargai kesamaan, dan tanpa sadar ternyata juga telah berhasil membentuk anak-anak yang mengabaikan penghargaan terhadap perbedaan. anak-anak sangat sulit menghargai perbedaan. Perilaku yang berbeda lebih dilihat sebagai kesalahan yang harus dihukum. :(

No comments:

Post a Comment